Masih ingat lagu “Sahabat Sejati” yang dinyanyikan oleh Sheila On 7 (SO7) di tahun 90an. Jika terlupa sedikit kami ingatkan intro dari lagu tersebut.

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
Aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita slalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang Indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Sudah teringat kembali? Nah begitu pula dengan kisah dari empat sahabat yang sama-sama berasal dari desa yakni Didit Sepiyanto, Burhan, Nuning Septiana dan Sitti Raisya Fitri memulai bisnis bersama mereka di tahun 2017. Kala itu, keempat sahabat ini mulai mendirikan sebuah usaha berbasis proyek.

Tak mudah memulai usaha dari nol. Itulah yang dirasakan keempat sahabat tersebut. Mereka menjalankan bisnis berdasarkan permintaan klien, dari projek ke projek. Tak jarang mereka mendapatkan penolakan saat menawarkan kerja sama dengan beberapa pihak.

Seperti aplikasi try out yang menyasar para murid SMA. Namun, aplikasi tersebut tidak diterima dengan baik seperti yang diharapkan. Aplikasi try out itu dinilai tak sesuai standar.

Baca Juga : 5+ Tips Bisnis agar Pelanggan Repeat Order dengan Mudah!

Tak berhenti di situ, keempat sahabat ini kemudian membuat aplikasi yang tujuannya memudahkan para guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Namun saat menawarkan dari sekolah ke sekolah, mereka mendapat penolakan.

“Katanya mereka (sekolah) tidak membutuhkan aplikasi ini. Karena sudah ada fasilitas dari dinas pendidikan. Setelah itu kami coba membuat aplikasi lain yang sekiranya dibutuhkan banyak orang. Tercetuslah aplikasi Kasir Pintar,” jelas Didit Septianto, CEO Kasir Pintar.

Didit menjelaskan, mulanya ia dan ketiga sahabatnya iseng mengunggah aplikasi Kasir Pintar ke PlayStore. Setelah beberapa waktu sudah ada yang mulai mengunduh. Namun, aplikasi tersebut justru mendapat rating jelek.

“Dari situ kami coba perbaiki apa yang dikeluhkan pengguna. Ternyata meski rating jelek, aplikasi ini dipakai juga. Banyak yang membutuhkan. Akhirnya kami perbaiki dan perbaiki sampai akhirnya Kasir Pintar punya jutaan user,” paparnya.

Aplikasi yang kini menyediakan fitur free dan berbayar ini tak serta merta langsung bertumbuh pesat seperti sekarang. Para pendirinya membutuhkan kerja keras bersama untuk membuatnya besar dan mampu menjadi ladang penghasilan seperti sekarang.

Baca Juga : Pengertian Media Marketing dalam Pemasaran Digital

Burhan, CPO Kasir Pintar menuturkan, di awal berdiri para anggota tim sempat ragu apakah aplikasi Kasir Pintar bisa menjadi besar atau tidak. Mereka juga sempat mencari investor namun menemui banyak penolakan.

“Di tiga bulan pertama aplikasi ini sama sekali tidak ada subscriber. Belum dipakai. Jalan beberapa bulan kemudian mulai ada yang unduh, meski awalnya rating buruk. Lama kelamaan aplikasi ini justru banyak diminati. Akhir 2018 menargetkan 1000 user dan ternyata berhasil,” katanya.

Aplikasi kasir pintar pun terus tumbuh dengan 1 juta pengguna saat ini dan digunakan di seluruh Indonesia serta luar negeri seperti Malaysia dan Arab.

Dari awal gaji hanya Rp 1 juta, kini keempatnya bisa merasakan kenaikan gaji menjadi Rp 4 juta per bulan sampai Rp 8 juta per bulan. Bahkan kini, mereka bisa merasakan omset milyaran rupiah bersama-sama

“Tidak mudah membangun bisnis tanpa modal. Semua perlu proses. Di awal bertemu investor kami asal saja menyebut dana untuk pengembangan aplikasi Kasir Pintar ini. Padahal saat itu juga belum tahu untuk apa saja dana itu,” kata Ica, sapaan akrab Sitti Raisya Fitri yang juga selaku CMO Kasir Pintar.

Ica mengatakan, investor pun sempat ragu. Karena, ia dan tim belum bisa meyakinkan investor untuk memberikan investasi sejumlah yang diharapkan.

Baca Juga : Main Game Neftiland, Gamers Bisa Berinvestasi di Aset Kripto

tim kasir pintar, dari 4 orang hingga puluhan orang
Tim Kasir Pintar, dari 4 orang hingga puluhan orang

Karena baru merintis usaha yang belum tentu hasilnya, tak semua keluarga dari anggota tim menyetujui. Nuning bahkan sempat ‘perang dingin’ dengan sang ibu yang berharap anaknya menjadi PNS. Nuning mengaku ia juga kerap dipandang sebelah mata, bahkan diremehkan oleh anggota keluarga atau saudara lainnya.

“Karena Ibu seorang PNS, beliau ingin saya juga menjadi PNS. Ketika saya bilang mau buka usaha bareng teman-teman, ibu langsung marah. Kami sempat perang dingin. Namun akhirnya setelah tahu bahwa bisnis Kasir Pintar ini kami bersungguh-sungguh dan menghasilkan, ibu mulai mengizinkan,” kenangnya.

Karena kegigihan empat sahabat tersebut, aplikasi Kasir Pintar yang mereka dirikan kini sudah menjadi besar. Bahkan saat ini, Kasir Pintar sudah memiliki 13 ribu pengguna layanan pro atau berbayar.

Aplikasi Kasir Pintar ini sekaligus menjadi bukti, bahwa orang desa pun bisa membuat aplikasi yang mendunia.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *