Revolusi Literasi Desa: Membangun Masa Depan dengan “Reading Corner” di Desa Ngaren, Klaten, KKN Tim II Undip 2023

Revolusi Literasi Desa: Membangun Masa Depan dengan "Reading Corner" di Desa Ngaren
Revolusi Literasi Desa: Membangun Masa Depan dengan "Reading Corner" di Desa Ngaren

WartaJakarta.co.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, literasi tetap menjadi landasan penting dalam membentuk individu yang cerdas dan berpengetahuan. Namun, tantangan literasi masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah. 

Baca juga Menangkap Kebahagiaan Masa Pengenalan Lingkungan Asrama (MPLA) di Asrama Yatim Mandiri

Desa Ngaren, sebuah wilayah yang kaya akan budaya dan tradisi, menghadapi tantangan dalam hal literasi dan kesadaran akan pentingnya membaca dikalangan remaja. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya akses terhadap bahan bacaan, terutama dalam bahasa Inggris. 

Keterbatasan fasilitas perpustakaan atau toko buku yang memadai mempengaruhi tingkat literasi di desa ini. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, program kerja monodisiplin “Pembuatan Reading Corner” yang terinspirasi dengan tujuan meningkatkan literasi dan minat membaca remaja dalam bahasa Inggris.

Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang merangsang minat baca remaja di Desa Ngaren melalui pembuatan “Reading Corner” yang menawarkan bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Melalui akses mudah dan nyaman terhadap bahan bacaan, diharapkan bahwa remaja akan lebih terdorong untuk membaca dan meningkatkan pengetahuan mereka dalam berbagai bidang.

Kegiatan ini melibatkan anggota karang taruna Desa Ngaren yang antusias untuk berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan membantu membangun budaya membaca yang lebih kuat di kalangan teman-teman sebaya mereka.

Program kerja ini diawali dengan pertemuan bersama anggota karang taruna untuk mendiskusikan dan merancang rencana terkait pembangunan “Reading Corner”. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi lokasi yang strategis dan mengumpulkan saran tentang jenis bahan bacaan yang diinginkan oleh remaja. 

Dalam beberapa hari, bersama para peserta, bekerja sama untuk membersihkan, merancang ulang, merakit rak buku, penyusunan buku serta menghias ruang yang dipilih untuk dijadikan “Reading Corner”, ruangan tersebut merupakan salah satu rumah remaja yang strategis dan terjangkau oleh para remaja di Desa Ngaren. 

Terkumpulnya beragam bahan bacaan seperti buku, majalah, komik, dan literatur lainnya dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan minat remaja. 

Setelah “Reading Corner” selesai dibangun, sebuah acara pertemuan diadakan, pada Minggu, 23 Juli 2023, dimana mengundang anggota karang taruna untuk melakukan peluncuran resmi yang acara ini bertujuan untuk memperkenalkan “Reading Corner” kepada seluruh remaja di Desa Ngaren dan menjelaskan tujuan, manfaat dan harapan untuk jangka panjang. 

Setelah peluncuran, program ini terus mempromosikan “Reading Corner” kepada remaja terkhusus di Desa Ngaren dan masyarakat secara umum. Adanya jadwal kegiatan-kegiatan seperti baca buku bersama, diskusi buku, dan lokakarya bahasa Inggris untuk mendukung minat membaca dan pembelajaran bahasa. 

Dibentuknya tim dari para remaja untuk terus memonitor, memelihara dan memastikan bahwa koleksi buku tetap dalam keadaan baik dan ruang tersebut tetap nyaman. 

Program pembuatan “Reading Corner” telah memberikan dampak positif pada literasi dan minat baca remaja di Desa Ngaren. Banyak remaja yang mulai menunjukkan minat dalam membaca dan bahasa Inggris melalui bahan bacaan yang tersedia. 

Selain itu, adanya komunitas yang berfokus pada literasi di desa tersebut telah membangun rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap budaya membaca.

Baca juga KPDI ke-14: Menggalang Masa Depan Melalui Preservasi Digital Pengetahuan Lokal Indonesia

Melalui upaya kolaboratif antara anggota Karang Taruna dan masyarakat secara keseluruhan, program “Pembuatan Reading Corner” telah berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan literasi di Desa Ngaren. 

Diharapkan bahwa usaha ini akan terus berlanjut dan menjadi contoh inspiratif bagi upaya-upaya serupa di desa-desa lainnya dalam memajukan literasi dan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *