Virus Ransomware merupakan salah satu jenis malware yang menyerang perangkat dengan cara mengacak atau mengenkripsi, mengunci data informasi sehingga file tidak bisa dibuka. Pada banyak kasus, hampir 90% website yang terkena virus ini akan mengalami downtime selama lebih dari satu jam. Untuk itu, perlu mengetahui cara mengatasi virus ransomware.

Serangan virus ransomware sering dikirim lewat lampiran spam email, bisa berupa gambar, aplikasi ataupun dokumen. setelah lampiran tersebut dibuka, virus akan langsung menyerang sistem pengguna. Melalui email, hacker juga menanam virus tersebut pada halaman website. Berikut langkah-langkah mengatasinya:

1. Gunakan Antivirus Untuk Membersihkan Malware

Agar bisa mengatasi virus ransomware, bisa memberikan perangkat dengan antivirus ransomware. Ini dilakukan untuk dapat menghilangkan ancaman virus yang terdeteksi masih aktif. Bisa dengan mengunduh terlebih dahulu antivirus seperti ESET, Kaspersky, Avast dan sejenisnya.

Pastikan bahwa antivirus yang diunduh asli dan legal agar bisa menghindari serangan virus yang sama. Walaupun dengan cara ini tidak bisa mengembalikan file yang tidak bisa diakses, tetapi bisa mencegah virus tersebut datang kembali.

Baca Juga: 5 Fakta Unik Gelaran Moto GP Mandalika 2022

2. Unduh Aplikasi Decryptor Ransomware

Pastikan tidak ada malware yang aktif di perangkat, kemudian bisa coba mengembalikan file yang sebelumnya terkena virus. File yang sudah terenkripsi sangat memungkinkan dapat dipulihkan dengan aplikasi decryptor. Aplikasi ini bisa menguraikan kode sandi enkripsi sehingga file bisa dibuka kembali.

Selain menggunakan decryptor, bisa juga memerikasan tipe ransomware di organisasi No More Ransom. Organisasi ini adalah cara yang dapat membantu dalam menangkal kejahatan ransomware yang ada di dunia. Tentunya, organisasi No More Ransom dijalankan para pakar cyber security serta penegak hukum.

3. Disconnect Dari Jaringan Komputer

Cara mengatasi virus ransome selanjutnya, jika perangkat sudah terkena virus ransomware, langsung putuskan sambungan dari jaringan komputer. Tujuannya, agar virus tidak menyebar ke perangkat yang lain. Sehingga, proses pemulihan sistem akan menjadi lebih cepat dan mudah.

Jika memungkinkan, sebaiknya tidak memasang media penyimpanan yang bersifat portable seperti hardisk eksternal atau flashdisk di perangkat yang terkena virus. Ini bertujuan agar virus ransomware tidak bisa menyebar ke media tersebut.

4. Hindari Menuruti Perintah dari Hacker

Jika website atau perangkat terserang ransomware, cara mengatasi virus ransomware yang perlu diingat adalah jangan pernah mengeluarkan uang untuk tebusan. Alasannya, karena akan membuat hacker senang dan semakin rajin melancarkan aksinya pada korban lainnya. Selain itu, tidak ada yang menjadi hacker akan mengembalikan dokumen setelah tebusan dibayar.

Yang lebih mengejutkan, tebusan yang diminta tidak sedikit. Untuk itu, jangan pernah menuruti apa yang diminta oleh hacker. Selalu ada kemungkinan file yang sudah terenkripsi dapat dipulihkan kembali menggunakan decryptor yang ada.

5. Melaporkan pada Organisasi Anti Ransomware

Jika tipe ransomware yang diterima belum ada decryptor, langsung laporkan di organisasi No More Ransome. Cukup dengan mengirimkan file yang terserang virus sertakan file pesan ancaman yang diterima. File tersebut digunakan para pakar keamanan IT untuk bisa menemukan decryptor yang pas agar bisa membuka akses.

Akan ada kemungkinan bahwa file bisa dibuka kembali di waktu yang akan datang. Tindakan ini juga bisa membantu korban lain dalam mendapatkan decryptor dengan tipe ransomware yang sama.

Beberapa cara mengatasi virus ransomware yang bisa dilakukan jika menyerang perangkat atau website. Yang paling penting adalah jangan langsung menuruti permintaan hacker untuk membayar tebusan. Dengan cara diatas, masih ada kemungkinan file dapat dibuka kembali menggunakan decryptor yang disediakan secara gratis.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *