Walikota Depok: Sekitar 1700 Pelajar di Depok Terancam Putus Sekolah

INDONESIASATU.CO.ID:

DEPOK - Ribuan remaja usia pelajar di Kota Depok terancam mengalami drop out (DO) alias putus sekolah. Mayoritas, faktor dari permasalahan ini ialah karena lemahnya ekonomi keluarga.

Wali Kota Depok Mochammad Idris menuturkan, angka tersebut didominasi ratusan pelajar di kawasan Kecamatan Sawangan. "Iya benar, ada 500 di Sawangan kemudian ada juga di sekitar Cinere dan Limo,” ucap Idris, Sabtu, (22/9/2018)

Menurutnya, secara keseluruhan angka anak putus sekolah di Kota Depok belum diketahui secara detail, namun Idris memperkirakan angkanya mencapai ribuan.

“Saya belum secara persis menghitung jumlah anak yang rawan DO tapi perkiraan sekitar 1.500 atau 1.700 yang rawan DO,” bebernya.

Idris menegaskan, untuk tingkat kerawanan anak putus sekolah menurut pantauannya terjadi pada usia remaja yang rata-rata berstatus pelajar SMP dan SMA. Pemicunya rata-rata adalah karena faktor ekonomi.

“Kebanyakan faktornya masalah ekonomi, yang kedua tingkat kesadaran orang tua. Dalam beberapa kasus yang saya temukan, orang tua menganggap anaknya harus kerja. Ya semacam tulang punggung keluarga,” paparnya.

Selanjutnya, untuk menanggapi masalah tersebut pihaknya tengah gencar bersosialisasi adan sistem jemput bola atau mendatangi langsung akar permasalahan.

“Waktu itu seperti kasus di Tapos ternyata memang orang tuanya tidak mengizinkan anaknya sekolah akhirnya kita dekati kenapa masalahnya karena biaya . Bukan sekedar biaya, kita bisa biayai anak ini tapi ternyata ibu itu membutuhkan anaknya untuk menbantunya bekerja, menopang ekonomi keluarga. Hal ini yang kita komunikasikan," tandasnya.

Idris menerangkan, rata-rata dari banyaknya kasus ditemukan, anak yang putus sekolah berada di tingkat SMA.

“Ada kurang lebih 700 anak, itu  tingkat SMA semua. Tentu saja ini sangat prihatin dan kita tidak  tinggal diam. Peran Basnas sudah kita arahkan membantu rawan DO, kita bantu juga anak-anak putus sekolah dangan kita sertakan dalam BKPDM untuk ikut paket-paket, seperti paket C. Itu yang paling banyak,” pungkasnya.(hy)

  • Whatsapp

Index Berita