Polri: Tiga Wanita dalam Jaringan Teroris Sibolga Pandai Rakit Bom

haddy, 20 Mar 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA -  tertangkapnya teroris Abu Hamzah di Sibolga menguak keberadaan perempuan menjadi jaringan teroris di Sumatera Utara.

Tiga perempuan tercatat masuk di lingkaran jaringan teroris Sibolga, Sumatera Utara, adapun ketiganya yakni istri terduga teroris Abu Hamzah bernama Abu Halimah, R, dan Y alias Khodijah.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M mengatakan, ketiga perempuan ini ‎memiliki peran central dalam jaringan tersebut bahkan para kaum hawa ini jauh lebih militan.

Brigjen Pol Dedi menyebut perempuan yang termasuk dalam jaringan teroris Pertama Abu Halimah, istri dari Abu Hamzah yang pandai merakit bom.

“Dia juga memilih meledakkan diri bersama anaknya yang berusia 2 tahun dibandingkan harus menyerahkan diri kepada petugas,” jelas Brigjen Pol Dedi.

“Dalangnya justru yang perempuan, istri AH pandai merakit bom dan memang ingin cepat meninggal masuk surga,” ucap Brigjen Pol Dedi, Selasa (19/3/‎2019).

Dari hasil penyidikan sementara, Brigjen Pol Dedi, Abu Halimah mulai berubah dan terpapar radikal setelah 6 tahun lebih merantau di Pulau Jawa.

“Selama itu pula, Abu Halimah menjadi pengikut aliran Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terafiliasi dengan ISIS,” imbuh Jenderal Bintang Satu tersebut.

” Karo Penmas Divhumas Polri ini menjelaskan yang kedua yakni perempuan muda berusia 22 tahun berinisial R, R diketahui calon istri dari Abu Hamzah yang direkrut untuk melakukan aksi Amaliyah dan menjadi pengantin atau pelaku bom bunuh diri.

“R dibekuk di kawasan Sirantau, Kota Tanjungbalai, warga Kabupaten Asahan ini turut mengetahui pembelian bahan untuk pembuatan bom,” ujar Brigjen Pol Dedi.

“R juga istri dari Hendri, teroris yang ditembak mati oleh Densus 88 Mabes Polri pada Oktober 2018 silam, “R ini mau dijadikan istri kedua oleh AH (Abu Hamzah) dia juga sangat militan. Bahkan AH sendiri tidak bisa meredam aksi dari R,” ungkap Brigjen Pol Dedi.

” Ketiga, Brigjen Pol Dedi mengatakan yakni Y alias Khodijah, yang juga punya peran krusial, Y diamankan di Klaten karena berperan menyuruh tertuga teroris SH mengunggah video yang berunsur ancaman pada anggota Polri yang sedang bertugas.

“Jadi mereka ini memang sudah terstruktur. ‎Mulai dari merakit bom, jadi pengantin sampai melakukan Amaliyah di Pulau Jawa. Untuk Amaliyah tinggal tunggu waktu saja, bisa menggunakan senjata tajam dan senjata api yang penting melumpuhkan aparat,” tutup Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. (hy)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu