Menteri Baru KKP, KNTI: Problematika Nelayan Belum Usai

indonesiasatu, 28 Oct 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA--Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengucapkan selamat atas dilantiknya Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Maju. Kepadanya, Presiden Jokowi memberikan dua tugas utama yakni memperbaiki komunikasi dan hubungan dengan nelayan serta mengoptimalkan sektor perikanan budidaya. Meski demikian, problematika nelayan di luar kedua tugas utama tersebut, masih belum usai.

Kepala Kajian Strategis Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Niko Amrullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (28/10/2019) menegaskan bahwa cara terbaik memperbaiki hubungan dengan nelayan dan masyarakat perikanan bukanlah membuat janji baru, melainkan segera melakukan evaluasi terhadap sejumlah regulasi dan memastikan program-program KKP tidak monoton, tetapi bermanfaat untuk nelayan.

Pasalnya, beragam kebijakan sebelumnya lebih menghasilkan polemik ketimbang prestasi menyejahterakan nelayan. Karenanya, perlu dilakukan evaluasi sekaligus konsultasi sebaikbaiknya dengan nelayan dan masyarakat perikanan secara umum. Hal lain adalah terkait akses permodalan. Presiden telah menyampaikan agar BLU LPMUKP (Baca: Bank Mikro Nelayan) harus digunakan oleh nelayan dengan mudah dan bermanfaat dan jangan berbelitbelit. Belakang terakhir justru nelayan mengalami kesulitan.

Begitu pula asuransi nelayan yang terkendala pendataan. Padahal hal ini adalah perintah UU, dimana Pak Edhy turut mengesahkan UU Perlindungan Nelayan yang didalamnya terdapat penyelenggaraan asuransi kepada nelayan. Selama ini realisasinya lambat karena masalah pendataan.

Terakhir, mayoritas nelayan Indonesia adalah nelayan dan pembudidaya ikan skala kecil. disinilah Menteri perlu memberikan perhatian agar tersambung dengan strategi industrialisasi perikanan nasional. Skema kemitraan usaha kecil, menengah dan besar harus semakin banyak agar kita menjadi pemain utama ikan di dunia.

Segudang permasalahan lain yang menyangkut nelayan tradisional dan nelayan kecil mesti diselesaikan. Di Sumatera Utara, konflik ruang laut antara nelayan pengguna trawl dan nelayan kecil juga belum menemukan titik temu yang imbang, hingga ditengarai pergantian alat tangkap yang ramah lingkungan pun belum terpenuhi. Perihal rencana zonasi laut (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil/ RZWP3), di Batam masih ditemukan zona reklamasi yang menabrak area perikanan budidaya. Selain itu, nelayan kecil di Kepulauan Riau juga mengalami keterbatasan ketersediaan BBM serta seringnya intimindasi/ penangkapan, penyitaan alat tangkap dan barang oleh Custom Diraja Malaysia. Untuk petambak udang, problem yang dialami oleh para petambak udang rakyat di Lampung adalah perihal janji peningkatan sarana prasarana fisik seperti irigasi, jalan , percepatan listrik dan air bersih yang belum tertunaikan oleh Menteri pendahulu.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat melakukan kunjungan kerja di Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (28/10/2019) dimamnfaatkan oleh.beberapa nelayan untuk menyampaikan keluhkesahnya.

Dalam kunjungannya Edhy mengatakan akan membangun komunikasi dua arah dengan nelayan, hal ini pun merupakan amant yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat dilantik, sebab itu dia memberikan kesempatan untuk nelayan dan pengusaha perikanan tangkap yang hadir, untuk m‎engeluarkan keluh kesahnya.

"Saya akan bangun komunikasi dua arah, lihatlah saya sebagai orang di mana untuk mengadu. tolong sampaikan ke saya apa masalah yang dihadapi oleh bapak-bapak semua," kata Edhy, di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke, Jakarta Utara. (hy)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu