KPNas, APPI, KAWALI Minta Pemerintah Lindungi Pemulung dari Covid-19

heriyoko, 24 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA--Rakyat Indonesia hampir semua sampai pelosok kampung sudah mendengar istilah virus Corona meskipun hanya melalui Medsos dan saluran lain. Tindakan penanganan virus dimulai dari wilayah perkotaan. Penyediaan masker, sarung tangan, thermometer, sanitizer, APD, disinfektan, alat test (Rapid Test), penyediaan infrastruktur rumah sakit, dll. Sejumlah tempat di kota sudah disemprot disinfektan, masuk-masuk ke tempat penting dan perumahan mewah disediakan ruang sanitizer.

”Bagaimana dengan pemulung dan warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan TPA Sumurbatu ? ujar Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) di Jakarta, Senin (23/3/2020).  

Dalam pernyataan sikapnya bersama Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Koalisi KAWALI Indonesia Lestari KAWALI DKI Jakarta KAWALI Jawa Barat dan KAWALI Bekasi Raya, Bagong menyatakan pemulung, pelapak dan warga yang mengais rezeki, buruh sortir setiap hari dan bermukim di sekitar TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu, TPA Burangkeng, dll. Jumlahnya belasan ribu orang. Pemukiman mereka dalam lingkungan tercemar akibat pengelolaan sampah.

TPST Bantargebang milik Perintah Provinsi DKI Jakarta dan TPA Sumurbatu Pemerintah Kota Bekasi, lokasinya di Kecamatan Bantargebang. Mestinya Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Dalam Negeri menaruh kepedulian serius terhadap kesehatan dan kelangsungan hidup mereka.

TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu merupakan andalan pembuangan sampah dari ibukota Jakarta dan kota Bekasi.  

”Disinyalir “sampah bekas” penanganan virus Corona bercampur dengan sampah rumah tangga. Atau bekas masker, sarung tangan, tas kantong plastik, ikut dibuang ke TPST dan TPA tersebut. Apalagi tempat pembuangan sampah bagian dari sarang penyakit, seperti ISPA, dispepsia, alergi kulit, diare, gastroenteriti, radang paru-paru, TBC, dan lain sebagainya”. ungkap Bagong.

Berdasarkan UUD 1945 dan peraturan perundangan terkait, bahwa seluruh warga negara, baik warga sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu, pemulung, pelapak, pekerja maupun sopir truk sampah kedua pembuangan sampah tersebut mempunyai hak hidup dalam lingkungan yang baik dan sehat. Sehingga kesehatan dan kelangsungan hidup merupakan hak dasar dari hak asasi manusia. Pemerintah dan negara wajib melindungi dan melayani warga negara terhadap akses kesehatan dan kelangsungan (nafkah) hidupnya.

Sejumlah asosiasi tersebut meminta Pemerintah Pusat bersama Pemprov DKI Jakarta dan Pemkota Bekasi, agar memberikan tindakan konkrit.

Pertama, menyediakan dan memberikan secara gratis masker, sarung tangan, sanitizer kepada warga sekitar, pemulung, pelapak, pekerja, operator alat berat dan sopir truk TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu. Juga bantuan dan dukungan pemberian makanan sehat.

Kedua, melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar area TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu dan pemukiman warga, pemulung dan pelapak.

Ketiga, melakukan penyuluhan tentang Pencegahan Virus Corona/Covid-19 dan Dampaknya bagi kesehatan manusia kepada warga sekitar, pemulung, pelapak, pekerja, 3 operator alat berat dan sopir truk sampah TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu. Dalam bentuk brosur, selebaran atau Banner. Supaya mereka hidup berhati-hati dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.

Keempat, melakukan Rapid Test kepada warga sekitar, pemulung, pelapak, pekerja dan sopir truk sampah TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu.

Kelima, melayani dengan cepat dan menjamin pengobatan gratis bagi warga sekitar, pemulung, pelapak, pekerja, operator alat berat dan sopir truk sampah TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu jika teriindikasi terpapar virus Corona/Covid-19.

Asosiasi tersebut menekankan mereka itu punya peran dan jasa sangat besar dalam pengelolaan sampah ibukota dan Kota Bekasi. Oleh karena itu, kata Bagong, pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi punya tanggung jawab atas kesehatan dan kelangsungan hidup mereka. (hy)

 

 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu