Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi Inginkan KPK Maju Terus Untuk Memberantas Kasus Romy Romahurmuziy

INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Kasus Ketum PPP Romy Romahurmuziy (Rommy) pada tanggal 15 Maret 2019 terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terkait kasus suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama. Saat ini Rommy sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau Pasal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus yang juga menyeret nama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Agama Lukman Hakim juga disebut sebut kini sedang dalam proses pra-pradilan yang diajukan Romy.

Maka dengan melihat ada kasus tersebut  kami yang tergabung dalam Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi menuntut Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 15 Mei 2019 mengadakan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta.

Kami tidak ingin KPK masuk angin dalam mengurus kasus korupsi ini dan jangan sampai Kasus ini mundur hingga tidak diurus lagi hanya karena Rommy itu ketua umum partai atau salah satu timses dari 01, ujar Mirza koordinator aksi yang ditemui pada saat unjuk rasa.

Pernyataan sikap Komando Aksi Mahasiswa Dan Pemuda Anti Korupsi, Sebagai berikut ;

1. KPK segera Sidangkan Romahurmuzy dan hukum seberat beratnya!!!

2. Proses pra-pradilan yg dilakukan Romahurmuzy hanyalah upaya buying time.Sehingga tindakan hukum terhadap Romahurmuzy segera dapat di proses ke persidangan Tipikor!!!

3. KPK jangan mundur sejengkalpun segera tindak koruptor jual beli jabatan di KeMenag tanpa pandang bulu!!!

  • Whatsapp

Index Berita