Film Jeritan Malam Merupakan Film Horor Termahal di Indonesia

indonesiasatu, 09 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Jakarta - Buat Para pengemar film horor 
Film Jeritan Malam: Ketika Keindahan Menjadi Sebuah Ketakutan dengan sutradara dan produser yang sama pada film Suzzanna, Sunil Soraya dan Rocky Soraya, adalah Film horor dengan sajian ketegangan intens berbeda yang mengandalkan kekuatan dialog panjang dari setiap karakter. Film horor yang diangkat dari kisah nyata fenomenal Kaskus karya @morfosis_meta dengan pesan edukasi untuk menghargai kearifan lokal seperti mitos sebagai bagian dari budaya daerah. Film ini mulai tayang di bioskop tanah air mulai tanggal 12 Desember 2019

Proses kreativitas film Jeritan Malam juga didukung duo penulis skenario, Ferry Lesmana dan Donny Dhirgantoro. Film ini dibintangi Herjunot Ali, Cinta Laura, dan Wingky Wiryawan.

Ini merupakan film horor termahal di Indonesia karena kita benar-benar syuting dilokasi  di tempat yang belum pernah dijadikan lokasi syuting film sejenis dan pemakaian pemain ekstra berjumlah ratusan orang agar adegan terlihat natural, tegas Sunil Soraya pada saat jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu(7/12/2019).

Untuk membuat film ini kita menghabiskan biaya sampai 20 milyar rupiah dan saya berharap film ini bisa menggapai target penonton sampai satu juta penonton biar modal kita juga balik lagi semua, kata Sunil dengan tersenyum.

Disisi lain, Cinta Laura mengatakan:"Peran aku di sini benar-benar bukan aku banget. Semua berubah seperti aksen, penampilan dan semuanya deh nggak aku banget karena aku berperan sebagai gadis asal Bogor bernama Wulan” ujar Cinta

Gara-gara aksen bule nya itulah, Cinta harus mengulang beberapa adegan karena dinilai masih kebarat-baratan.

“Iya ternyata susah juga jadi Wulan (perannya). Banyak adegan yang nggak sesuai karena body language aku masih bule. Di sini jadi Wulan itu karakternya gadis Bogor yang manis dan lemah lembut. Sedangkan body language aku kebanyakan berontak,”ungkap Cinta.

Sinopsis Film Jeritan Malam

Keinginan reza untuk menjadi seorang pemuda yang mandiri, kini telah membuat reza memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan yang berlokasi di Jakarta. Dan seiring dengan penugasan kerja yang telah diterima oleh Reza, Reza menempati sebuah mess perusahaan yang berlokasi di Jawa Timur.

Perkenalan Reza dengan beberapa pegawai lama yang menempati mess tersebut, kini telah mengantarkan Reza bersahabat dengan indra, minto dan dikin, tapi rupanya persahabatan yang telah terjalin tersebut, perlahan mu/ai mengantarkan Reza untuk mengetahui adanya berbagai macam kejadian menyeramkan yang telah terjadi di mess yang ditempati.

Ketidakpercayaan Reza terhadap hal-hal yang berbau ghaib, telah membuat reza mengajak para sahabatnya itu untuk menggali Iebih jauh akan sejarah masa Ialu dari mess yang mereka tempati sekarang ini. Sering dengan berbagai macam kejadian menyeramkan yang mulai terjadi di dalam proses penggalian sejarah masa lalu dari mess tersebut, Reza mencoba untuk membuktikan kepada para sahabatnya bahwa hal-ha/ yang berbau ghaib itu tidak ada. Tapi sayang Reza akhirnya melakukan sebuah ritual yang seharusnya tidak Reza Iakukan. Tanpa Reza sadari, ternyata itu menjadi kesalahan terbesarnya. (Rk)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu