Borneo Energy Harapan Edukasi Komunitas Relawan Anak Balikpapan (KRAB) Tentang Teknologi Energi Surya

INDONESIASATU.CO.ID:

Balikpapan - Energi adalah hal yang sangat penting dalam suatu negara. Konsumsi energi per kapita suatu negara dapat dijadikan salah satu ukuran seberapa maju negara tersebut. Masa depan penggunaan salah satu renewable energy atau energi baru terbarukan di dunia yaitu solar energy (energi surya) semakin lama mengalami peningkatan yang pesat. Tetapi tidak begitu halnya terjadi di negara kita. Ini dapat dibuktikan dari data ESDM pemanfaatan energi ini baru sebesar 0,05 persen dari potensi yang ada. Padahal Indonesia berada di daerah khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis yang disinari matahari sepanjang tahun. Energi matahari yang diterima Indonesia rata-rata 4,8 kWh/m2 per harinya, tentu jauh lebih banyak dibanding Amerika yang hanya 2,9 kWh/m2 per harinya. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan bersama di dalam pengembangan energi surya ini. Anggapan masih terlalu mahal dan masih kurangnya edukasi tentang energi surya ini termasuk salah satu faktor penghambat perkembangan energi surya saat ini, dan masih kurangnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi PLTS.

Borneo Energy Harapan salah satu badan usaha dalam bidang solar energy di Balikpapan, mencoba mengatasi dari beberapa permasalahan tersebut. Borneo Energy Harapan mengajak para relawan muda dari komunita KRAB (Komunitas Relawan Anak Balikpapan) untuk berdiskusi dan memberikan edukasi tentang teknologi energi surya ini.

Rangkaian acara di awali dengan presentasi dan sharing edukasi oleh hadid mengenai masalah kerusakan lingkungan akibat penggunaan bahan bakar fosil terus menerus sebagai sumber energi terbesar di negara kita, dan menjelaskan mengapa solar energy salah satu solusi yang dapat membantu menyelamatkan lingkungan.

Hadid juga menyampaikan keuntungan yang dapat kita peroleh dari penggunaan energi surya ini diantaranya dapat menghasilkan energi yang bersih, ramah lingkungan, tidak berisik yang di dapatkan secara gratis dan selalu tersedia selama adanya kehidupan. Karena tidak selamanya kita akan bergantung dengan energi fosil yang jumlahnya terbatas dan menimbulkan banyak dampak yang buruk terhadap lingkungan. Pada diskusi tersebut juga dijelaskan tentang berbagai aplikasi dari energi surya. Banyak yang dapat di aplikasikan pada sistem energi surya ini yang bsia dimulai dari rumah kita sendiri yang dinamakan solar home system. Solar home system selain dapat mengurangi tagihan listrik juga dapat menggantikan peranan genset saat terjadi pemadaman listrik dan tidak berisik seperti halnya genset saat beroperasi.

Diskusi dan sharing edukasi ini menjadi menarik ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang muncul oleh anak-anak muda relawan dari KRAB ini. Narasumber menyimpulkan harga yang menjadi salah satu masalah dalam energi surya ini, Pada kenyataannya bahan bakar fosil sampai sekarang masih digunakan bukan hanya karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemanasan global, tetapi juga karena harganya yang murah dibandingkan dengan energi-energi terbarukan seperti energi matahari. Namun, masalah ini sebenarnya semakin hari bisa terselesaikan.

Jika melihat trend harga sistem dan solar panel seiring berkembangnya sistem energi suya yang terpasang, maka kita dapat optimis harga panel surya akan terus menurun hingga di suatu titik akan lebih murah daripada harga bahan bakar fosil. Semakin berkurangnya penggunaan energi fosil juga tentunya memilikin banyak manfaat untuk kelestarian lingkungan kita, mulai dari berkurangnya polusi udara, berkurangnya limbah pertambangan dan pembangkit listrik energi fosil, dan berkurang lahan pertambangan yang selama ini mengurangi area pemukiman, hutan serta pertanian dan perkebunan.


Borneo Energy Harapan berharap dengan adanya diskusi dan sharing edukasi ini bisa lebih memacu perkembangan energi surya dari kota Balikpapan ini dimulai dari anak-anak muda relawan KRAB ini. KRAB mengatakan sangat berharap kegiatan seperti ini banyak dan lebih sering lagi diadakan bahkan meminta kontribusi pemerintah untuk memperluas dan memacu percepatan perkembangan energi surya di negara kita.

Semakin tingginya minat tersebut, anak muda atau generasi milenial yang di harapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bahkan dapat mengembangkan dan menciptakan temuan teknologi yang dapat meningkatkan perkembangan dari energi surya ini sehingga makin banyaknya SDM yang handal di bidang ini, minimal adanya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Karena kemajuan dan masa depan bangsa ada ditangan generasi muda kita.

 

  • Whatsapp

Index Berita