Aktivis HIV-AIDS Berharap 74 Tahun Kemerdekaan RI Layanan Kesehatan ODHA Lebih Baik Lagi

heriyoko, 18 Aug 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JAKARTA--Semarak memperingati 74 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dilakukan masyarakat dengan berbagai cara, mulai dari lomba permainan tradisional hingga karnaval. Kegembiraan menikmati 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia juga dirasa oleh Orang dengan HIV AIDS (ODHA).

”ODHA bisa merasakan kemerdekaan dan kesempatan untuk hidup lebih lama, hidup lebih sehat dan hidup bersama dengan masyarakat berkat kemajuan pengobatan antiretroviral (ARV),  walaupun masih seringkali terjadi stigma dan diskriminasi layanan kesehatan” ujar Nining Ivana dari Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) DKI Jakarta, menanggapi HUT ke 74 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2019.

Kementerian Kesehatan menyebutkan epidemi AIDS di Indonesia secara bertahap mulai bisa dikendalikan, karena obat antiretroviral (ARV) mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga dan mengurangi tingkat kesakitan serta kematian akibat HIV.

“Obat ARV harus diminum secara teratur, tepat waktu, dan seumur hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA serta dapat mencegah penularan” ujar Nining.

Seiring upaya peningkatan kualitas layanan dalam rangka pengendalian HIV-AIDS  dan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) terus dilakukan Instansi terkait tak dapat dipungkiri masih ada persoalan di sektor kesehatan.

Aktivis Civil Society Organization (CSO) HIV-AIDS menambahkan bahwa penderita HIV pada bayi dan anak disebabkan 99 persen penularan berasal dari ibu. Upaya pencegahan yang paling efektif adalah mendeteksi infeksi pada ibu hamil sejak dini.

”Memang jika peserta BPJS, semua prosedur atau setidaknya sebagian besar fasilitas kesehatan bisa diperoleh gratis. Tapi, bagi ODHA tidak memiliki identitas harus menanggung biaya laboratorium dan pemeriksaan”. tegasnya.

Ia mengungkapkan secercah harapan baru di hari kemerdekaan tahun ini agar layanan kesehatan untuk ODHA lebih baik lagi khususnya bagi perempuan dengan HIV/AIDS yang tak memiliki identitas akses memperoleh layanan kesehatan disederhanakan. Jika tanpa perbaikan di  bidang layanan kesehatan tidak akan mampu mengurangi masalah yang menyangkut infeksi HIV-AIDS.

Dalam pelatihan bagi awak media dan CSO yang digelar Indonesia Aids Coalition (IAC) di hotel Mercure Sabang, Jakarta Pusat, 8 – 10 Agustus 2019 juga terungkap terbatasnya ketersediaan obat ARV pada 2018 akibat gagal tender.

”ODHA jadi gusar karena Stok obat yang biasa mereka konsumsi  mulai menipis lantaran kemenkes gagal menyediakan obat setelah tender obat dengan dua perusahaan farmasi batal pada 2018”.kata Ria dari IAC.

Ria berharap agar layanan kesehatan lebih baik lagi karena saat ini ODHA juga bisa membantu menyebarkan informasi sehat mengenai HIV AIDS  agar semua masyarakat tahu, dan paham. sehingga fokus pembangunan untuk menciptakan sumberdaya manusia yang unggul akan tercapai bila didukung kondisi lingkungan yang sehat. (hy)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu